ARTIKEL AKHIRAT

BARANGSIAPA YANG MENYANGKA BAHWA DIRINYA BISA SELAMAT DARI CELAAN MANUSIA, MAKA DIA TELAH GILA.

Duhai orang yang mencelaku, apabila benar celaan itu terdapat pada diriku, semoga Allah Ta'ala mengampuniku. Apabila celaan itu tidak terdapat pada diriku sebagaimana sangkaanmu, semoga Allah Ta'ala mengampunimu. Maafkan aku karena tidak mampu balas mencelamu mengingat sudah terlalu banyaknya dosa-dosaku...

Imam Ibnu Hazm berkata: “Sebuah cara yang paling manjur untuk mendapatkan ketenangan adalah mengabaikan omongan orang dan memperhatikan ucapan Sang Pencipta alam. Barangsiapa yang menyangka bahwa dirinya bisa selamat dari celaan manusia, maka dia telah gila.

Seorang yang mencermati secara seksama sekalipun ini pahit rasanya niscaya akan mengetahui bahwa celaan manusia kepadanya justru lebih baik daripada pujian mereka, sebab pujian kalau memang benar maka bisa menyeretnya lupa daratan dan menimbulkan penyakit ‘ujub (bangga diri) yang akan merusak keutamaannya, namun apabila pujian itu tidak benar dan dia bergembira dengannya, maka berarti dia gembira dengan kedustaan. Sungguh ini kekurangan yang sangat.

Adapun celaan manusia, kalau memang benar maka hal itu dapat mengeremnya dari perbuatan yang tercela, dan ini sangat bagus sekali, semuanya pasti menginginkannya kecuali orang yang kurang akalnya. Namun apabila celaannya tidak benar dan dia sabar, berarti dia mendapatkan keutamaan sabar, dan akan mengambil pahala kebajikan orang yang mencelanya sehingga dia akan menuai pahala kelak di hari kiamat hanya dengan perbuatan yang tidak memberatkan. Sungguh ini adalah kesempatan berharga, semuanya pasti menginginkannya kecuali orang yang gila ”. [Mudawah Nufus hal. 80-81.]

Sumber: http://abiubaidah.com/10-faedah-seputar-dakwah.html/ via Facebook Abu Abdillah Huda

menyeretnya lupa daratan dan menimbulkan penyakit ‘ujub (bangga diri) yang akan merusak keutamaannya, namun apabila pujian itu tidak benar dan dia bergembira dengannya, maka berarti dia gembira dengan kedustaan. Sungguh ini kekurangan yang sangat.