ARTIKEL AKHIRAT

Para ulama sangat tidak menyukai pujian dan ketenaran.   IMAM NAWAWI, karya-karya beliau telah memberikan pencerahan kepada umat.   Orang-orangpun menggelari beliau dengan gelar yang sangat mulia, yaitu Muhyiddin atau “Sang Penghidup Agama”. Para ulama sangat tidak menyukai pujian dan ketenaran.

IMAM NAWAWI, karya-karya beliau telah memberikan pencerahan kepada umat.

Orang-orangpun menggelari beliau dengan gelar yang sangat mulia, yaitu Muhyiddin atau “Sang Penghidup Agama”.

Namun apa reaksi beliau ?

Imam Nawawi MARAH besar.
Bahkan beliau mengancam akan menuntut di akherat setiap orang yang memberikan gelar itu kepada beliau.

Mengapa sedemikian keras reaksi beliau ?
Pujian manusia akan menimbulkan UJUB dan RIYA.
Sehebat apapun amalan, akan rusak dan tidak berpahala di sisi Allah taala.

Bahkan, pelakunya akan dicampakkan ke dalam neraka.
Maka bagaimana Imam Nawawi tidak marah?
Usaha dan jerih payah beliau rusak.

Pahala yang beliau harapkan, murka Allah yang beliau dapatkan…hanya karena efek PUJIAN yang menjadikan hati BERUBAH DARI KEIKHLASAN.

Allahul Musta’an.

Demikianlah hebatnya para ulama dalam menjaga hati dan keikhlasan.

BERBEDA DENGAN KITA.

Beramal sedikit, riya’nya selangit.
Bukan mencari pahala, namun sengaja mencari pujian manusia.
Bangga apabila disebut-sebut sebagai orang yang berjasa.
Naudzubillahi min dzalik.

Simak penjelasan Ust Muhammad Nuzul Dzikri,Lc.